Satu Dekade Berpisah - Seni dan Desain: Kajian dan Pengetahuan

Satu Dekade Berpisah

Share:
Satu Dekade berpisah bersama orang-orang yang luar biasa. Dipertemukan kembali karena ikatan persaudaraan.

Pernah menempa diri di kaki bukit demi pendidikan. Dipertemukan dengan guru-guru luar biasa. Sehari-hari olahraga naik-turun tangga. Setiap bulan rambut kena ceper satu centimeter.

Tidak shalat dhuhur berjamaah, kena hukuman alpa. Melakukan pelanggaran, diumumkan hari senin. Buku kuning penuh pelanggaran, kena DO. Kena sweeping barang bawaan, disita, diambil setelah tamat. Ada kegiatan intra dan ekstra nginap di sekolah, kena marah sampai di rumah.

Masa ujian tiba, nginap di rumah sahabat. Lupa ujian, main domino. Esoknya tetap kerja sama di kelas.

Kepala sekolah wajibkan jilbab. Mereka yang tak kuat pikir dua kali. Guru agama minta setor hafalan surah pendek, tak selesai ancaman tidak naik kelas. Dan terbukti benar. Yang tak kuat pindah sekolah.

Mau bolos pikir dua kali. Kiri-kanan-belakang semua gunung. Bagian depan ruang guru. Terpaksa lari ke kantin belakang.

Upacara senin semua khidmat mendengar. Tiba amanat pembina upacara, kesurupan satu persatu. Ditengarahi cerita mistis ada sumur tertutup di lapangan upacara.

Masuk lab komputer, main game bawaan windows XP. Main basket, bola masuk ruang kelas. Main voli, bola tidak menyeberang. Main futsal, ada harapan. Sumbangan pembangunan digunakan jadi lapangan futsal.

Akhir semester, ada porseni antar kelas. Setiap bulan naik gunung Jelloreng, bukan siswa pecinta alam. Senang ngumpul di mushola malam hari, bukan pengajian. Pohon mangga pinggir lapangan futsal berbuah, jam isterahat lempar pakai batu. Hari jum'at ada "jumat bersih", sengaja telat ke sekolah. Sore hari ada ekskul, tidak pulang sampai sore.

Masuk lab kimia, tabung neraca meledak. Masuk ruang alat olahraga ambil bola, timbang berat badan dulu. Masuk UKS, pura-pura sakit. Masuk perpustakaan, sekadar nonton tv. Masuk ruang OSIS, goda adik kelas.

Pulang ke rumah, SMS adik kelas. Ada balasan, dibalas minggu depan, HP milik orang tua. Ada perkelahian, dua-duanya dikeluarkan.

Pengumuman kelulusan, semuanya lulus. Satu dekade. Kita punya cerita.