Percobaan Penaklukan (Muhammad Al-Fatih bagian kedua) - Seni dan Desain: Kajian dan Pengetahuan

Percobaan Penaklukan (Muhammad Al-Fatih bagian kedua)

Share:


PERCOBAAN PENAKLUKAN I

Sabda rosulullah tentang sebaik-baik pemimpin itu menggema hingga 674 M. Tersebutlah nama Abu Ayyub Al-Ashori, semasa rosulullah di Madinah, rumah Abu Ayyub Al-Anshori yang ditempat rosulillah untuk menginap selama 7 bulan sampai Masjid Nabawi rampung. Abu Ayyub Al-Anshori juga adalah pembawa bendera saat perang badar.

Sepeninggal rosulullah, usia Abu Ayyub sudah berusia sekitar 80 tahun. Suatu waktu beliau mendengar berita Yazid bin Muawiyah akan pergi ke Konstantinopel. Berangkatlah beliau menemui Yazid. Disebutkannya, “Duhai Yazid, bapak ikut ke Konstantinopel.”

Dijawab Yazid, “Sebaiknya jangan pak, bapak sudah tua.”

Dijawab lagi oleh Abu Ayyub, “Saya mau ikut ke Konstantinopel. Saya punya janji ke rosulullah yang belum saya tepati dan saya ingin menepatinya.”

“Janji apa wahai bapak kepada rosulullah?” Kata Yazid.

“Bawa saya saja ke sana,” Kata Abu ayyub.

Diikutkanlah Abu Ayyub dalam perjalanan. Di tengah perjalanan, Abu Ayyub yang berumur 80 tahun tersebut mulai sakit-sakitan, sebelum meninggal di tengah perjalanan Abu Ayyub berpesan.

“Tolong di tengah perjalanan nanti saya jangan dikubur dimanapun, saya akan ridho jika nanti mayat saya dibawa dengan kuda yang paling cepat dan kuat, antarkan saya di tempat yang paling dekat dengan Konstantinopel yang mampu kamu capai.”

“Mengapa pak?”

“Supaya saya bisa menunaikan janji saya kepada rosulullah,” kata Abu Ayyub.

“Apa janji bapak kepada rosulullah,” Yazid bertanya lagi tentang janji Abu Ayyub.
Dijawab oleh Abu Ayyub, “Saya pernah berkata kepada rosulullah ketika beliau masih hidup: Ya rosulullah, aku ingin mendengar gemerincing pedang dan derap kaki kuda penakluk Konstantinopel.”

Setelah meninggal maka mayat Abu Ayyub Al-Anshori dibawa Yazid bin Muawiyah dikuburkan tepat di bawah tembok Konstantinopel. Janji Abu Ayyub telah tunai. Sang pemilik rumah yang ditempati rosulullah bertamu selama 7 bulan telah kembali dengan senyuman kepada-Nya.




Makam Abu Ayyub Al-anshari


Masjid Abu Ayyub al-anshari di Turki


Singkat cerita, pasukan Yazid kalah oleh pasukan Konstantinopel. Kalah karena kurangnya persiapan.




PERCOBAAN PENAKLUKAN II

Maslamah bin Abdul Malik (717 M) dari Umayyah mencoba penaklukan kota Konstantinopel. Membawa 120.000 pasukan. Kalah di tengah jalan. Kurang logistik. Musim saat penaklukan yaitu musim dingin. Mereka lupa memperkirakan musim. 120.000 pasukan habis dibantai. Kapal-kapal diambil alih pasukan Konstantinopel dan sebagian terbakar oleh gunung berapi di Santorini (Yunani)


Santorini yang sekarang


PERCOBAAN PENAKLUKAN III

Kurang lebih 100 tahun kemudian, Harun Al-Rasyid (811 M) dari Abbasiyyah membawa lebih dari 100.000 pasukan mencoba untuk penaklukan. Kalah juga akhirnya. Pasukan dihabisi.


Makam Harun Al Rasyid


PERCOBAAN PENAKLUKAN IV

Sultan Beyazid I (1396 M) dari Utsmani. Hebat dalam perang karena keturunan Ertugrul dan bangsa Turki Seljuk juga kalah dalam perang.


Beyazid I ditahan dan meninggal


PERCOBAAN PENAKLUKAN V

Sultan Murad I (1482 M) juga tidak berhasil menaklukkan. Murad I adalah anak dari Orhan. dan cucu dari Utsman (Osman)



Mengapa seperti itu kawan-kawan sekalian?

Konstantinopel dikelilingi tembok-tembok yang kokoh dan pasukan yang kuat baik di darat maupun di perairan. Konstantinopel dihubungkan dengan selar yang paling penting pada masa itu namanya Selat Bosphorus. 



Selat yang kita kenal sekarang sebagai selat pemisah antara Asia dan Eropa. Turki mewakili Asia di sebelah timur dan Spanyol yang mewakili Eropa di sebelah barat kemudian di tengah-tengahnya Selat Bosphorus.



Selat Bosphorus, pembelah Eropa dan Asia. Laut Hitam yang kawan lihat di atas sana, di bawah (yang tidak terlihat) ada Laut Marmara.

Selat Golden Horn, tidak ada tembusnya ke laut. Berujung ke daratan pada salah satu hulunya.

Konstantinopel disebut juga triangle shape karena bentuknya mirip segitiga. berbatasan dengan Selat Golden Horn (Tanduk emas) dan Selat Bosphorus. di bawahnya itu laut Marmara. Tembok sebelah kiri itulah yang tidak pernah rubuh selama ribuan tahun.


Kota ini Takluk di tangan kepemimpinan anak muda yang bernama Sultan Muhammad II bin Murad atau Sultan Mehmed II atau yang paling terkenal yaitu Muhammad al-Fatih.

Lukisan Muhammad Al-Fatih oleh Gentile Bellini pada abad 16.

Bagaimana Muhammad Al-Fatih menaklukkan Konstantinopel? Saya akan sambung nanti.